Tren desain smartphone belakangan ini menunjukkan pergeseran gaya, di mana sejumlah produsen Android mulai mengadopsi estetika visual yang menyerupai seri iPhone 17 Pro dan Pro Max. Ciri khas utama yang diusung meliputi modul kamera belakang berbentuk persegi panjang yang menonjol, penyusunan lensa ala 'boba' dalam pola zig-zag, hingga pilihan warna eksklusif seperti nuansa oranye kosmik yang ikonik.
Bagi konsumen yang mendambakan tampilan perangkat premium dengan harga yang lebih kompetitif, pasar kini menawarkan berbagai opsi mulai dari kelas entry-level hingga mid-range. Perlu dicatat, ketersediaan perangkat ini sangat bervariasi; beberapa model sudah resmi dipasarkan di Indonesia, sementara sebagian lainnya masih terbatas pada pasar domestik China, India, atau negara tetangga.
Di pasar Indonesia sendiri, pilihan menarik datang dari Tecno Spark 40 yang mengusung pola lensa segitiga, hingga Infinix Note 60 Pro yang tidak hanya meniru modul kamera, tetapi juga menyematkan fitur interaktif Active Matrix Display. Sementara itu, untuk segmen harga yang lebih terjangkau, terdapat opsi seperti Realme P4 Lite dan Itel A200 yang menawarkan desain serupa dengan banderol mulai dari satu jutaan rupiah.
Untuk kategori performa yang lebih tinggi, Poco F8 Series dan Xiaomi 17 Pro Max turut meramaikan tren ini dengan sentuhan teknologi yang lebih canggih. Meski mengadopsi bahasa desain yang serupa, setiap pabrikan tetap memberikan identitas unik, baik melalui penambahan fungsi layar mini di modul belakang, sistem notifikasi interaktif, maupun konfigurasi kamera yang berbeda.
Sebelum memutuskan untuk meminang perangkat-perangkat ini, penting bagi calon pembeli untuk memeriksa ketersediaan garansi resmi dan spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhan. Tren desain ini membuktikan bahwa estetika mewah kini semakin mudah dijangkau oleh berbagai kalangan pengguna smartphone di seluruh dunia.