Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan berakhirnya wabah hantavirus yang sempat melanda kapal pesiar MV Hondius. Keputusan ini diambil setelah otoritas kesehatan memastikan bahwa seluruh individu yang sempat melakukan kontak dengan penderita telah menyelesaikan masa karantina dengan hasil tes negatif.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi bahwa sejak 25 Mei lalu, tidak ditemukan lagi kasus infeksi baru di atas kapal tersebut. Selama periode wabah berlangsung, tercatat sebanyak 13 kasus yang terkonfirmasi, dengan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Sebanyak 650 kontak erat telah dipantau secara ketat oleh tim medis sebagai bagian dari prosedur penanganan wabah.

Keberhasilan penanganan ini merupakan buah dari kolaborasi internasional yang melibatkan berbagai negara, termasuk Argentina, Belanda, Inggris, hingga Spanyol. Solidaritas global tersebut memainkan peran krusial, terutama dalam proses evakuasi penumpang dan awak kapal secara aman saat bersandar di Tenerife.

Kendati status wabah telah dicabut, WHO menegaskan komitmennya untuk terus memperdalam riset mengenai karakter hantavirus. Saat ini, organisasi tersebut tengah mengoordinasikan studi lintas negara yang melibatkan 21 negara untuk memperkuat sistem deteksi dini, pengembangan terapi, serta riset vaksin sebagai upaya mitigasi terhadap potensi ancaman di masa depan.