Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan tentang hipertensi serta layanan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Juni 2026 ini menyasar warga desa, khususnya kelompok lanjut usia yang rentan terhadap penyakit tekanan darah tinggi.
Program ini lahir dari hasil koordinasi antara tim mahasiswa KKN dengan Bidan Desa Waru, Ligna Dwi A., SST., Bdn. Berdasarkan diskusi tersebut, terungkap bahwa prevalensi hipertensi di kalangan lansia di desa itu masih cukup tinggi. Fakta ini menjadi dasar kuat bagi mahasiswa untuk merancang program edukasi sekaligus deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer tersebut.
Koordinator KKN Kelompok 19, Muhammad Rivandi Athaya, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, mengungkapkan bahwa program ini disusun secara kolaboratif oleh mahasiswa lintas bidang keilmuan, mencakup Kesehatan Masyarakat, Fisioterapi, Ilmu Gizi, dan Keperawatan. Pendekatan multidisiplin ini sengaja diterapkan agar materi edukasi yang disampaikan lebih menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan nyata warga.
"Pada sesi penyuluhan, kami menyampaikan materi tentang pengertian hipertensi, gejala klinisnya, penyebab, dampak kesehatan, serta faktor risiko yang bisa dimodifikasi maupun tidak. Warga juga diajak memahami pentingnya menjalani pola hidup sehat, seperti mengurangi asupan garam, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, dan mengelola stres dengan baik," papar Muhammad Rivandi, Senin (29/6/2026).
Sesi penyuluhan berlangsung secara interaktif dengan forum tanya jawab yang mendapat sambutan antusias dari para kader Posyandu. Beragam pertanyaan seputar cara mencegah dan mengelola hipertensi mencerminkan besarnya kepedulian peserta terhadap kesehatan lingkungan sekitarnya.
Tak hanya memberikan pemahaman secara teori, tim KKN juga menghadirkan pos pemeriksaan kesehatan gratis yang diintegrasikan dengan kegiatan rutin PKK Desa Waru. Layanan yang tersedia meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu (GDS), terutama bagi ibu-ibu anggota PKK. Melalui pemeriksaan ini, warga dapat mendeteksi kondisi kesehatannya lebih awal sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum timbul komplikasi serius.
Respons positif datang dari berbagai pihak yang terlibat. Surati, salah seorang kader Posyandu Desa Waru, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. "Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kami tentang hipertensi. Dengan pemahaman yang lebih baik, kami berharap bisa ikut mengedukasi masyarakat, khususnya para lansia, agar lebih peduli terhadap kesehatannya," tuturnya.
Rangkaian program pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Desa Waru akan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah preventif semacam ini dinilai krusial dalam menekan angka kejadian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, yang masih menjadi ancaman serius di tingkat desa.