Apple baru saja merayakan perjalanan lima dekade sejak didirikan di sebuah garasi di Cupertino, California, pada tahun 1976. Di balik kesuksesan raksasa teknologi yang kini memiliki valuasi pasar mendekati USD 4 triliun, terdapat satu sosok saksi hidup yang telah mengabdi sejak awal perusahaan tersebut berdiri: Chris Espinosa.
Espinosa bergabung dengan Apple saat usianya baru menginjak 14 tahun, setelah direkrut langsung oleh Steve Jobs. Ia menjadi bagian dari lingkaran awal yang juga melibatkan Steve Wozniak, di mana mereka bermula dari antusiasme terhadap komputer di lingkungan sekolah serta komunitas Homebrew Computer Club. Tugas pertamanya adalah mengembangkan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman BASIC untuk Apple II, produk yang kemudian menjadi tonggak sejarah komputasi pribadi dunia.
Perjalanan karier Espinosa tidak selalu mulus. Ia sempat menjalani masa studi di University of California, Berkeley, namun tetap mempertahankan status sebagai karyawan paruh waktu hingga akhirnya memilih untuk kembali bekerja secara penuh atas bujukan Steve Jobs pada tahun 1981. Meski Apple sempat mengalami berbagai guncangan, termasuk kepergian Jobs pada tahun 1985 dan periode ketidakpastian yang panjang, Espinosa secara konsisten tetap bertahan di posisinya.
Dalam sebuah kesempatan, Espinosa sempat bercanda mengenai alasan mengapa ia tidak pernah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama dekade-dekade sulit Apple. Ia menyebut bahwa masa kerjanya yang sangat panjang membuat beban biaya pesangon menjadi terlalu tinggi bagi perusahaan. Namun, dedikasi tersebut membuahkan hasil luar biasa; kepemilikan saham yang ia dapatkan sejak perusahaan melantai di bursa kini menjadikannya salah satu orang dengan kekayaan yang sangat besar.
Kini, di usia 64 tahun, Espinosa masih aktif berkontribusi di Apple, khususnya dalam pengembangan sistem operasi untuk Apple TV. Baginya, bertahan di satu tempat kerja selama 50 tahun adalah perjalanan dari sekadar menyalakan lampu perusahaan hingga melihatnya menjadi pusat inovasi teknologi global yang paling berpengaruh di dunia.