Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus sepakat untuk melakukan langkah konkret dalam memperkuat hubungan bilateral di sektor kesehatan. Komitmen yang bertepatan dengan peringatan 33 tahun hubungan diplomatik kedua negara ini diwujudkan melalui penyusunan peta jalan kerja sama atau Operational Road Map untuk periode 2026–2030.
Kesepakatan strategis ini dimatangkan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dengan Menteri Kesehatan Republik Belarus, Aliaksandr Khajayeu, di Jakarta. Fokus utama kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran dan pengembangan sektor farmasi untuk menjamin ketersediaan alat medis serta obat-obatan yang lebih efisien.
Dalam bidang pendidikan, Indonesia berencana mengirimkan delegasi tenaga medis untuk program fellowship di Belarus, sekaligus mengundang para ahli dari Belarus untuk memberikan pelatihan di Indonesia. Bidang-bidang spesialis yang menjadi prioritas meliputi kardiologi, onkologi, neurologi, urologi, nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Di sektor industri farmasi, kolaborasi akan melibatkan perusahaan manufaktur Indonesia dengan perusahaan farmasi milik negara Belarus, Belpharmprom. Menkes Aliaksandr Khajayeu menyatakan bahwa keselarasan standar regulasi obat generik di kedua negara akan mempermudah percepatan proses registrasi dan perizinan medis ke depannya.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, delegasi Belarus meninjau fasilitas RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono. Kunjungan ini sekaligus memamerkan transformasi sistem kesehatan nasional Indonesia yang kini telah memiliki standar layanan saraf dan otak komprehensif berstandar internasional.