PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat dominasi segmen konsumer dalam portofolio pembiayaannya. Hingga saat ini, segmen konsumer berkontribusi sebesar 56% terhadap total pembiayaan perusahaan, mengungguli porsi korporasi yang berada di angka 28% serta sisanya dari segmen ritel.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa performa pembiayaan konsumer tetap berada di jalur yang tepat sesuai dengan target Rencana Bisnis Bank (RBB). Keberhasilan ini tidak lepas dari optimalisasi lini bisnis emas yang kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Tren investasi emas yang terus meningkat di masyarakat menjadi katalis utama bagi kinerja BSI. Produk-produk seperti cicil emas dan gadai emas melalui layanan BSI Emas mendapatkan respons positif, terutama karena masyarakat kini memandang emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang efektif di tengah gejolak inflasi.

Data perseroan menunjukkan pertumbuhan fantastis pada segmen emas. Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas melonjak 97,9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp16,93 triliun. Pada periode yang sama, pembiayaan gadai emas juga mencatatkan kenaikan 100% mencapai Rp13 triliun, dengan volume transaksi bulanan yang konsisten di angka 120.000 transaksi.

Kemudahan akses digital melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendongkrak minat nasabah. Inovasi ini memungkinkan nasabah untuk melakukan pembelian emas fisik, menabung emas mulai dari Rp50.000, hingga pencetakan emas fisik secara lebih praktis. Keberhasilan ini terbukti dengan penambahan lebih dari 1 juta rekening nasabah BSI Emas hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Anggoro memproyeksikan tren positif ini akan terus berlanjut. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan diversifikasi investasi untuk tujuan jangka menengah dan panjang, serta kebutuhan likuiditas musiman seperti tahun ajaran baru, akan menjaga momentum pertumbuhan bisnis emas BSI tetap solid sepanjang tahun ini.