Jalur Gaza kini kehilangan aset berharga dalam dunia olahraga menyusul eskalasi konflik yang berkepanjangan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Olahraga Palestina, Mustafa Siyam, mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.012 warga yang bergerak di sektor olahraga, pemuda, dan kepramukaan telah kehilangan nyawa akibat serangan militer Israel sejak 7 Oktober 2023.

Data yang dipublikasikan pada Sabtu (4/7) mengungkap dampak tragis terhadap ekosistem sepak bola lokal. Siyam merinci bahwa lebih dari 560 individu, yang terdiri dari pemain, pelatih, hingga wasit di bawah naungan Asosiasi Sepak Bola Palestina, menjadi korban jiwa dalam rangkaian gempuran yang terus terjadi.

Selain jatuhnya korban jiwa, infrastruktur penunjang olahraga di Jalur Gaza dilaporkan hancur lebur. Fasilitas yang seharusnya menjadi wadah pengembangan bakat atlet kini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, sejumlah stadion sepak bola terpaksa dialihfungsikan menjadi area penampungan darurat bagi ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat penghancuran hunian secara masif.

Kondisi ini menambah daftar panjang kehancuran kemanusiaan di Gaza. Sejak dimulainya agresi, lebih dari 239.000 warga Palestina tercatat gugur atau mengalami luka-luka. Meskipun berbagai seruan internasional serta perintah dari Mahkamah Internasional telah disuarakan agar Israel menghentikan serangannya, situasi di lapangan tetap memprihatinkan dengan terus terjadinya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ada.