Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta kini mengambil langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan sosial. Melalui sinergi dengan pengurus cabang olahraga bola basket, KONI memfokuskan penguatan kegiatan ekstrakurikuler sebagai instrumen preventif guna menangkal potensi kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku menyimpang lainnya di kalangan remaja.
Ketua KONI Surakarta, Her Suprabu, menekankan bahwa penyediaan wadah kompetisi yang sehat merupakan kunci utama untuk mengalihkan energi remaja ke arah yang lebih produktif. Pembinaan ini dirancang tidak sekadar untuk mengasah keterampilan fisik atlet pelajar, melainkan juga menyisipkan edukasi moral guna membangun karakter generasi muda yang tangguh dan sadar hukum.
Dalam upaya memperluas dampak program tersebut, KONI Surakarta menjalin kolaborasi lintas sektoral dengan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta. Kehadiran pihak kejaksaan dalam rangkaian turnamen pelajar, seperti Liga Adias, diharapkan mampu memberikan edukasi hukum yang relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini.
Integrasi antara kegiatan olahraga dan sosialisasi hukum ini diproyeksikan akan menyasar sekolah-sekolah di seluruh wilayah Solo. Dengan pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif, pihak KONI optimistis bahwa sinergi ini dapat menjadi solusi efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif serta menekan angka kenakalan remaja secara signifikan.