Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Kamis (2/7/2026) dengan optimisme tinggi. Hingga pukul 09.16 WIB, indeks berhasil melesat 1,22% atau bertambah 69 poin ke level 5.764, melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,68 triliun dari 2,78 miliar saham yang berpindah tangan. Sebanyak 356 emiten mencatatkan kenaikan harga, sementara hanya sektor kesehatan yang mengalami tekanan jual tipis. Sektor barang baku memimpin laju dengan kenaikan signifikan sebesar 2,57%, disusul oleh sektor utilitas, finansial, dan properti.
Sektor perbankan menjadi tulang punggung penguatan IHSG hari ini. Empat bank besar—BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI—tampil sebagai penopang utama indeks. BBCA memimpin kontribusi dengan menyumbang penguatan sebesar 17,69 poin, diikuti oleh BMRI dengan 9,82 poin, menegaskan dominasi saham perbankan kakap terhadap arah pasar.
Selain perbankan, sejumlah emiten konglomerasi juga menunjukkan performa impresif. Saham-saham dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, seperti BREN, serta emiten tambang emas seperti AMMN, BRMS, dan ANTM, turut menjadi penggerak positif indeks di tengah sentimen pasar yang dinamis.
Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati tantangan makroekonomi ke depan. Meskipun IHSG menguat, pasar dibayangi oleh data neraca dagang, tren inflasi, serta kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung hawkish. Kondisi ini kontras dengan bursa Asia-Pasifik lainnya yang cenderung melemah, menyusul koreksi di Wall Street akibat aksi ambil untung pada sektor saham teknologi global.