Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengambil langkah responsif dengan menyalurkan berbagai logistik medis dan mendirikan pos kesehatan darurat di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil untuk memastikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar dampak asap kebakaran tetap terjaga dengan optimal.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyatakan bahwa bantuan tersebut difokuskan untuk memperkuat kapasitas pelayanan di lapangan. "Dukungan logistik ini bertujuan mengantisipasi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat akibat dampak polusi asap yang muncul dari titik kebakaran," ungkapnya.

Adapun rincian bantuan yang telah disalurkan mencakup 15 unit oksigen konsentrator, enam unit oksimeter, serta tiga unit penjernih udara (air purifier). Selain itu, Kemenkes juga menyuplai 11.500 masker medis dan 5.000 sarung tangan non-steril guna melindungi tenaga medis dan warga dari paparan material berbahaya.

Untuk menunjang operasional, pihak Kemenkes telah menyiapkan sarana fisik berupa dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berbagai ukuran serta 10 unit tempat tidur lipat (veltbed). Saat ini, satu tenda telah aktif beroperasi, sementara satu tenda lainnya disiagakan di Puskesmas Rajeg untuk mobilisasi cepat jika kondisi darurat meluas.

Penempatan pos layanan kesehatan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Kemenkes dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang serta fasilitas kesehatan di sekitar lokasi seperti Puskesmas Rajeg, Mauk, dan Sukadiri. Pos kesehatan kini beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani masyarakat di sekitar lokasi TPA Jatiwaringin selama masa tanggap darurat berlangsung.