PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) mengambil langkah konkret dalam memperluas cakupan bisnisnya dengan memfokuskan diri pada sektor pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Langkah ini ditempuh melalui upaya kolaborasi strategis bersama sejumlah perusahaan berskala besar yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun maupun area industri sekitarnya.
Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe, Habibillah, SE, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan rapat koordinasi dengan perwakilan industri minyak dan gas bumi di Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada 25 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi BUMD untuk membangun sinergi profesional dalam pengelolaan limbah industri yang sesuai dengan standar regulasi lingkungan hidup yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, sejumlah perusahaan besar seperti PT Pupuk Iskandar Muda, PT Perta Arun Gas, PT Pema Global Energy, PT Pertamina Hulu Energy, PT PLN Nusantara Power UP Arun, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Medco EP Malaka turut hadir memberikan respons positif. Habibillah menyebutkan bahwa agenda tindak lanjut berupa kunjungan lapangan ke perusahaan-perusahaan tersebut akan segera dilakukan guna mematangkan skema kerja sama.
Langkah ekspansi ini dinilai sebagai upaya strategis BUMD untuk mendukung ekosistem industri yang berkelanjutan di wilayah Lhokseumawe. Melalui kemitraan ini, PT Pembangunan Lhokseumawe berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada aspek profesionalisme pengelolaan limbah, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui operasional yang ramah lingkungan.