Sebagai bentuk respons cepat atas musibah kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Polresta Tangerang telah menyiagakan tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) untuk melayani warga terdampak. Layanan bakti kesehatan ini difokuskan di posko pengungsian Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, menyusul sebaran asap yang mulai mengganggu aktivitas warga sekitar.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan medis bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelayanan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis umum, hingga pemberian vitamin serta pembagian masker sebagai langkah preventif guna menekan risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata akibat paparan asap.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan seperti batuk atau sesak napas. Masyarakat pun diminta untuk membatasi aktivitas di luar ruangan agar kondisi kesehatan tidak memburuk selama proses pemadaman masih berlangsung.

Sementara itu, upaya pemadaman di lokasi kebakaran terus dioptimalkan oleh BNPB bersama instansi terkait. Memasuki hari keempat, operasi pengendalian api melibatkan pengerahan dua unit helikopter water bombing serta 18 armada pemadam kebakaran darat guna menyisir titik-titik api. Hingga Jumat (3/7), otoritas terkait melaporkan bahwa sekitar 30 persen area kebakaran telah berhasil dipadamkan.

Selain fokus pada penanganan medis, personel Polresta Tangerang tetap disiagakan untuk melakukan patroli rutin di permukiman warga yang ditinggalkan mengungsi. Hal ini dilakukan guna menjamin keamanan harta benda warga sekaligus memastikan koordinasi lintas sektoral dalam penanganan kedaruratan tetap berjalan efektif hingga situasi kembali kondusif.