Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara resmi memperkokoh konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menanggulangi tantangan fiskal sekaligus memastikan seluruh program prioritas kesehatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan pentingnya integrasi sumber daya di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang solid antara puskesmas, rumah sakit daerah maupun swasta, organisasi profesi, hingga perguruan tinggi merupakan kunci utama dalam menghadirkan layanan publik yang cepat dan mudah diakses.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut, Bupati Ipuk menetapkan beberapa fokus utama, mulai dari peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis dan HIV, hingga penguatan pelayanan kesehatan primer. Pihaknya juga menegaskan komitmen "zero penolakan" bagi pasien gawat darurat di seluruh fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan sistem BPJS.
Lebih lanjut, sistem rujukan antara puskesmas dan rumah sakit akan diperbaiki agar alur penanganan pasien menjadi lebih efisien. Perguruan tinggi kesehatan juga didorong untuk mengambil peran lebih aktif sebagai mitra strategis dalam bentuk riset, inovasi, serta pendampingan program kesehatan di lapangan.
Sebagai garda terdepan, puskesmas diarahkan untuk memperkuat pendekatan promotif dan preventif. Bupati meminta agar fungsi Posyandu dioptimalkan sebagai pusat deteksi dini, terutama dalam memantau kelompok rentan seperti ibu hamil dengan risiko tinggi, lansia, serta penderita penyakit kronis melalui kunjungan rumah yang lebih intensif.