Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, menyoroti tajam langkah politik yang ditempuh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini. Menurutnya, rangkaian safari politik yang gencar dilakukan Presiden ke-7 RI tersebut membawa dampak destruktif terhadap kondisi perekonomian nasional.
"Tidak hanya bagi kepentingan rakyat dan juga bagi pemerintah, safari politik Jokowi menjadi faktor negatif atau buruk di dalam ekonomi nasional," ungkap Didik pada Senin (29/6/2026).
Didik menegaskan bahwa manuver politik tersebut sama sekali tidak memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat luas. Alih-alih menjawab aspirasi publik, langkah itu justru memantik kompetisi politik yang tidak produktif. Ia mencatat bahwa safari politik ini semakin diperkuat oleh setidaknya 80 kali kunjungan blusukan yang dilakukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke berbagai daerah.
Pengamat ekonomi ini memandang bahwa di balik rangkaian kunjungan politik tersebut, tersimpan ambisi kekuasaan yang lebih mengutamakan kepentingan kalangan elite dibandingkan kesejahteraan rakyat. "Persaingan semakin intensif karena nafsu politik dan kepentingan elite yang otomatis meninggalkan kepentingan rakyat, terutama ekonomi," tegasnya.
Lebih jauh, Didik menilai bahwa Jokowi masih memiliki jaringan dan pengaruh politik yang mengakar kuat di tubuh pemerintahan yang tengah berjalan saat ini. Hasrat kekuasaan yang tinggi, menurut analisisnya, membuat mantan orang nomor satu di Indonesia itu terus berupaya menghidupkan kembali simpul-simpul kekuatan politiknya baik di lingkaran birokrasi maupun di tengah masyarakat.
Ekonom yang juga dikenal sebagai akademisi ini memperingatkan bahwa gerakan politik yang dinilai terlalu prematur tersebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi stabilitas politik dan roda pemerintahan. "Gerakan politik yang terlalu dini ini akan menjadi hama, yang akan mengganggu dan bisa menggerogoti pemerintahan," ujarnya dengan nada tegas.
Didik juga menyimpulkan bahwa tujuan utama dari safari politik Jokowi adalah memperkuat posisi dan pengaruh anaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden. "Pengaruh politiknya jelas masih ada dan bahkan masih cukup kuat serta terus akan memperkuatnya dengan cantolan pada jabatan anaknya sebagai wakil presiden," pungkas Didik.