Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang resmi memulai langkah strategis dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya. Sebagai upaya awal, otoritas olahraga daerah tersebut tengah menyusun persiapan matang untuk menerjunkan 700 atlet serta 200 pelatih unggulan.

Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, menjelaskan bahwa tahapan seleksi ketat melalui program Pra Pemusatan Latihan Kota (Pra Puslatkot) akan segera dimulai pada Agustus 2026. Sebanyak 2.000 atlet dari 67 cabang olahraga akan disaring untuk memastikan hanya talenta terbaik yang masuk ke dalam Puslatkot, yang rencananya akan berjalan intensif mulai Januari 2027 hingga perhelatan puncak pada bulan Juli.

Dalam peta persaingan regional, Kota Malang mematok target tinggi untuk mempertahankan posisi sebagai peringkat kedua atau runner-up, menempel ketat dominasi Kota Surabaya. Konsistensi prestasi tersebut diharapkan dapat terjaga dengan raihan minimal 200 medali, sebagaimana pencapaian impresif pada edisi sebelumnya. Rivalitas dengan Surabaya pun diakui menjadi motivasi tersendiri bagi kontingen Malang untuk tampil lebih kompetitif di berbagai cabang olahraga.

Guna mencapai ambisi tersebut, KONI Kota Malang mewajibkan setiap cabang olahraga untuk aktif mengikuti kejuaraan melalui program try in maupun try out sebagai tolok ukur evaluasi. Selain mengandalkan cabang olahraga unggulan seperti biliar, wushu, hingga renang, pihak KONI juga membidik peluang dari nomor pertandingan yang sebelumnya belum terjamah untuk memaksimalkan perolehan medali.

Di luar agenda teknis, KONI Kota Malang juga memberikan perhatian serius pada program regenerasi atlet usia muda guna menjamin keberlangsungan prestasi jangka panjang. Meski dukungan penuh telah diberikan oleh Pemerintah Kota Malang, Joko berharap adanya partisipasi aktif dari sektor swasta melalui program 'Bapak Asuh' untuk memperkuat pendanaan dan kualitas pembinaan atlet di masa depan.