Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai instansi. Langkah strategis ini mencakup kemitraan di bidang pendidikan, layanan kesehatan, teknologi digital, hingga media, yang dipusatkan di Kantor KONI DIY pada Jumat (3/7).

Ketua Umum KONI DIY, K.G.P.A.A. Paku Alam X, menekankan bahwa pembangunan ekosistem olahraga yang tangguh tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menegaskan pentingnya sinergi kolektif antara atlet, pelatih, pihak keluarga, serta dukungan profesional dari institusi mitra untuk menghasilkan prestasi jangka panjang yang terukur.

Dalam kolaborasi ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi mitra strategis utama di sektor pendidikan. Selain itu, KONI DIY juga menggandeng sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSPAU dr. S. Hardjolukito, Siloam Hospitals Yogyakarta, dan Queen Latifa Hospital Group untuk menjamin kebugaran serta pemulihan atlet. Sektor lain yang terlibat meliputi Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) serta media Pandangan Jogja.

Paku Alam X berharap jalinan kemitraan ini tidak sekadar menjadi formalitas administratif. Kehadiran berbagai mitra diharapkan mampu memberikan dukungan komprehensif, mulai dari pengelolaan data berbasis teknologi hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia di luar arena pertandingan, guna mengangkat martabat olahraga DIY ke level nasional maupun internasional.