Penyelidikan mendalam terkait insiden ledakan pipa gas Nord Stream di Laut Baltik akhirnya mencapai titik terang. Kejaksaan Jerman secara resmi mendakwa seorang perwira militer Ukraina bernama Serhii Kuznietsov, yang diduga menjadi otak di balik kehancuran jalur energi strategis tersebut.

Dalam keterangan resminya, jaksa mengungkapkan bahwa Kuznietsov bersama rekan militernya bertindak atas perintah otoritas negara di Ukraina. Rencana ini disusun pasca invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, dengan tujuan utama melumpuhkan pendapatan ekspor gas Rusia ke Eropa.

Tersangka, yang sempat ditangkap di Italia pada musim panas 2025 dan kemudian diekstradisi ke Jerman, diyakini memimpin tim khusus yang beranggotakan penyelam profesional, kapten kapal, serta ahli bahan peledak. Kelompok ini dilaporkan menyewa kapal pesiar dari pelabuhan Rostock di Jerman menggunakan identitas palsu untuk melancarkan aksinya.

Para pelaku diduga mengangkut material peledak berdaya ledak tinggi melalui perairan internasional menuju titik koordinat di dekat pulau Bornholm, Denmark. Di lokasi tersebut, mereka memasang bahan peledak dengan detonator berjangka, yang kemudian memicu kerusakan fatal pada tiga dari empat pipa utama, hingga menyebabkan kebocoran metana dalam skala besar ke atmosfer.