Pandemi COVID-19 menjadi titik balik yang mengubah haluan karier Susanti Wijaya. Pengusaha yang sempat mengalami kegagalan bisnis akibat krisis kesehatan global ini berhasil bangkit dan menemukan peluang baru di industri konten digital. Kini, ia dikenal sebagai salah satu kreator papan atas di TikTok dengan basis pengikut mencapai 1,2 juta orang.

Perjalanan Susanti tidaklah instan. Ia mengakui sempat merasa canggung dan gengsi saat memulai langkah perdana sebagai kreator konten pada tahun 2020. Transisi dari seorang pebisnis konvensional ke sosok yang rutin melakukan siaran langsung atau live streaming membutuhkan adaptasi mental yang besar. Namun, konsistensi menjadi kunci utama yang perlahan membuka pintu kesuksesan bagi perempuan kelahiran 1983 ini.

Melalui akun TikTok @susanti.wjy, ia membangun personal branding yang autentik dengan membagikan aktivitas sehari-hari, mulai dari peran sebagai ibu rumah tangga hingga kecintaannya terhadap hewan. Kedekatan yang tulus dengan pengikutnya membuat ia dipercaya oleh berbagai merek ternama nasional maupun internasional, seperti IKEA, Philips, dan Joyko, untuk melakukan kolaborasi pemasaran digital yang kredibel.

Melihat peluang besar dalam ekosistem affiliate marketing, Susanti mendirikan Maksan Agency, sebuah Multi-Channel Network (MCN) resmi di bawah naungan TikTok. Agensi ini hadir sebagai wadah pendampingan profesional bagi para kreator untuk meningkatkan performa, strategi konten, hingga negosiasi komisi secara transparan melalui sistem yang terintegrasi langsung dengan platform.

Saat ini, Maksan Agency telah menaungi lebih dari 70 kreator. Operasional yang dulunya dirintis dari lingkup rumah pribadi kini telah berkembang pesat dengan memiliki kantor operasional sendiri. Kesuksesan ini membuktikan bahwa dedikasi dan pola pikir yang berorientasi pada nilai manfaat mampu mengubah tantangan menjadi ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Dalam berbagai kesempatan, Susanti kerap berbagi pengalaman kepada para kreator pemula. Ia menekankan bahwa keberhasilan di dunia digital bukan sekadar angka pengikut, melainkan fondasi personal yang kuat, hubungan yang sehat dengan audiens, serta kemauan untuk memberikan dampak positif bagi ekosistem brand dan platform itu sendiri.