PT Arafura Surya Alam (ASA) resmi menegaskan komitmennya dalam mentransformasi operasional tambang emas menjadi industri yang lebih modern dan berkelanjutan. Langkah strategis ini diumumkan dalam acara Town Hall Mid-Year Meeting 2026 yang berlangsung di Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, pada Kamis (25/6).

Direktur Utama PT ASA, Ruli Tanio, menekankan bahwa perusahaan berupaya menyeimbangkan kemajuan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Menurutnya, kesuksesan operasional tidak lagi sekadar angka produksi, melainkan seberapa besar nilai tambah yang dapat dirasakan oleh masyarakat lokal dan pelestarian ekosistem di sekitar wilayah operasional.

Visi perusahaan kini diarahkan untuk menjadi pelopor pertambangan emas berbasis digital yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara utuh. Untuk mencapai target tersebut, PT ASA akan mengintegrasikan teknologi otonom, kecerdasan buatan, dan infrastruktur data real-time, sembari melakukan pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui peningkatan keahlian (upskilling).

Sebagai fondasi budaya kerja, perusahaan memperkenalkan nilai inti 'LEAD' yang mencakup optimalisasi teknologi, keunggulan ESG, kecerdasan aktif, serta keberagaman dan inklusi. Semangat kolaboratif ini diperkuat dengan penggunaan frasa lokal Bolaang Mongondow—motobatu, molintak, dan kon totabuan—sebagai simbol persatuan dan kerja sama antar karyawan.

Mengusung tagline “Menambang dengan Harmoni, Membangun Masa Depan Boltim,” PT ASA berkomitmen untuk memposisikan diri sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa kehadiran perusahaan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bolaang Mongondow Timur, baik untuk masa kini maupun generasi mendatang.