Bank Jateng sukses menggelar forum Business Dinner yang mempertemukan pemangku kepentingan, pemerintah, serta 105 investor dari berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan India. Pertemuan strategis di Semarang ini bertujuan untuk memperkokoh kolaborasi dalam memacu arus investasi sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di tengah dinamika geopolitik global.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepercayaan para pelaku usaha yang tetap memilih Jawa Tengah sebagai destinasi investasi. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor privat adalah kunci terciptanya iklim usaha yang kondusif. Gubernur juga mendorong perusahaan-perusahaan agar lebih memanfaatkan fasilitas perbankan daerah demi menjaga sirkulasi dana tetap berada di wilayah Jawa Tengah, sehingga dampak ekonomi bagi daerah dapat dirasakan secara lebih maksimal.
Menanggapi potensi tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa lembaganya telah bertransformasi menjadi bank devisa yang mumpuni. Bank Jateng kini mampu memfasilitasi berbagai transaksi dalam mata uang asing, mulai dari dolar Amerika Serikat, yen Jepang, hingga won Korea. Layanan ini dirancang khusus (customize service) untuk memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan besar maupun investor asing yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kesiapan Bank Jateng didukung oleh performa keuangan yang solid dengan total aset mencapai Rp100,06 triliun pada akhir 2025 serta laba usaha sebesar Rp1,42 triliun. Selain itu, transformasi digital melalui Cash Management System (CMS) dan jaringan luas yang mencakup ratusan kantor layanan semakin memudahkan korporasi dalam mengelola aktivitas finansial mereka secara efisien.
Di sektor pembiayaan kerakyatan, Bank Jateng juga terus menunjukkan taringnya dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp29,7 triliun sejak 2013. Dengan kuota penyaluran tahun 2026 yang mencapai Rp7 triliun, bank ini berkomitmen menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, baik bagi industri skala besar maupun pelaku usaha kecil di seluruh Jawa Tengah.