Upaya memperkuat jalinan ekonomi antara Indonesia dan Belarus menunjukkan progres signifikan. Dalam forum bisnis yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini, pelaku usaha dari kedua negara berhasil mencatatkan potensi nilai kerja sama mencapai US$500 juta. Capaian ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk meningkatkan volume perdagangan serta investasi strategis di masa mendatang.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil sementara dari rangkaian 'Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching'. Pertemuan ini diselenggarakan bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, yang menjadi kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus pada pertengahan tahun lalu.
Hubungan kedua negara kini berada pada fase yang lebih intensif, terutama setelah Belarus meratifikasi perjanjian EAEU-CEPA. Sebagai wujud keseriusan dalam menjalin kemitraan jangka panjang, kedua pemerintah secara resmi meluncurkan sebuah peta jalan atau roadmap hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor krusial bagi kemajuan ekonomi nasional.
Sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini. Mengacu pada program strategis nasional terkait ketahanan pangan dan energi, Indonesia menjajaki peluang pasokan bahan baku pupuk dari Belarus. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas sektor pertanian dalam negeri sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional di tengah tantangan global.