Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) belum menjadi pilihan ideal sebagai lokasi pusat finansial internasional. Menurutnya, kondisi kawasan IKN saat ini masih terlalu sepi untuk mendukung ekosistem keuangan yang dinamis dan terhubung dengan investor global.
Dalam keterangan yang disampaikan di Gedung DPR RI, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah masih melakukan pengkajian mendalam terkait lokasi yang paling strategis untuk menjadi pusat finansial. Salah satu daerah yang kini mengemuka sebagai kandidat kuat adalah Bali, mengingat kawasan tersebut dinilai lebih siap secara infrastruktur maupun kenyamanan bagi para pelaku ekonomi internasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan arahan mengenai pentingnya pembentukan 'Special Financial Center' untuk mengamankan posisi Indonesia di mata investor global di tengah ketidakpastian geopolitik. Inisiatif ini dipandang krusial guna menangkap arus modal dari Timur Tengah yang mencari destinasi investasi aman di luar zona konflik.
Pemilihan Bali sebagai lokasi potensial bukanlah tanpa alasan. Selain kesiapan sarana, wilayah tersebut terbukti mampu menarik minat warga asing untuk menetap, seperti yang terlihat pada tren perpindahan warga Rusia dan Ukraina sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah berharap, dengan menciptakan pusat finansial yang kondusif, Indonesia dapat mengoptimalkan perannya sebagai negara dengan iklim investasi yang stabil dan menjanjikan bagi pasar internasional.