Harga emas dunia menunjukkan sinyal penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026). Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menuturkan bahwa logam mulia tersebut mulai menunjukkan struktur bullish yang kokoh setelah berhasil mempertahankan area support krusial di level US$4.025 per troy ounce.

Struktur pasar yang terbentuk saat ini mengindikasikan dominasi pembeli yang mulai kembali mengambil alih kendali. Hal ini terlihat dari pembentukan pola higher low, di mana titik terendah harga saat ini berada pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Selama level support US$4.025 tetap terjaga, peluang emas untuk mencatatkan kenaikan lanjutan dinilai masih terbuka lebar.

Secara teknikal, emas diproyeksikan bakal menguji level resistance pertama di angka US$4.115 per troy ounce. Jika volume transaksi mengalami peningkatan signifikan saat menembus level tersebut, maka target kenaikan selanjutnya diprediksi berada di kisaran US$4.168 per troy ounce. Konfirmasi penguatan ini juga didukung oleh indikator Moving Average 21 dan 34 yang kini berfungsi sebagai dynamic support, serta pola bullish crossover pada indikator stochastic.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental turut memberikan angin segar bagi aset safe haven. Peningkatan ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik menjadi pendorong utama minat investor terhadap emas. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin memperkuat daya tarik logam mulia dibandingkan instrumen keuangan lainnya.

Kendati demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk berhati-hati dalam memantau data ekonomi Amerika Serikat, khususnya terkait inflasi dan pasar tenaga kerja. Data-data tersebut akan menjadi katalis utama bagi kebijakan moneter Federal Reserve ke depan, yang secara langsung akan memengaruhi arah pergerakan harga emas di pasar global.