Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi secara resmi menginisiasi langkah strategis untuk mempererat konsolidasi antar pemangku kepentingan di sektor kesehatan. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan berkualitas di tengah dinamika keterbatasan anggaran fiskal pemerintah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral guna mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Dalam pertemuan dengan jajaran direktur rumah sakit, kepala puskesmas, organisasi profesi, hingga akademisi, Ipuk menegaskan bahwa integrasi sistem kesehatan adalah kunci utama untuk menekan angka permasalahan medis yang krusial, seperti kesehatan ibu dan anak, pengendalian tuberkulosis, serta penanganan penyakit tidak menular.
Salah satu fokus utama dalam arah kebijakan ini adalah penguatan sistem rujukan yang lebih responsif. Bupati menuntut komitmen tinggi dari seluruh fasilitas kesehatan, baik milik daerah maupun swasta, untuk menerapkan prinsip nol penolakan terhadap pasien gawat darurat. Sinergi antara puskesmas dan rumah sakit diharapkan mampu memangkas alur birokrasi, sehingga efisiensi layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Lebih lanjut, peran puskesmas dan posyandu diposisikan sebagai garda terdepan dalam upaya preventif dan promotif. Dengan dukungan lebih dari 13.000 kader kesehatan yang tersebar di 2.300 posyandu, Pemkab Banyuwangi menargetkan pemantauan aktif bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil risiko tinggi, balita, serta penyandang penyakit kronis. Mobilisasi ini turut melibatkan elemen desa, PKK, dan tokoh masyarakat untuk memastikan akses kesehatan menjangkau hingga unit keluarga terkecil.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Tondo, menyatakan optimismenya bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan konsolidasi layanan kesehatan di Banyuwangi. Melalui kerja yang lebih fokus dan kolaboratif, pemerintah berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta menjamin aksesibilitas layanan kesehatan yang merata di seluruh pelosok daerah.