Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan sesi pertama Jumat (3/7/2026). Indeks ditutup menguat 141,45 poin atau sebesar 2,46 persen, menetap di level 5.886. Sepanjang sesi, pergerakan indeks terpantau konsisten berada di zona hijau, dengan sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.899.
Kenaikan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu katalis utama dengan kenaikan harga sebesar 4,31 persen ke level 6.050, sekaligus menjadi saham dengan nilai transaksi paling aktif. Penguatan serupa juga dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang naik 6,21 persen serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 1,12 persen.
Pada jajaran saham LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan lonjakan paling tajam sebesar 9,04 persen menjadi 1.990. Pergerakan positif juga tampak pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 7,41 persen dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang menguat 7,07 persen. Sementara itu, pada kelompok Jakarta Islamic Index (JII), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) memimpin daftar *top gainers* dengan apresiasi sebesar 10,27 persen.
Secara sektoral, IDX Basic Materials mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 3,80 persen, diikuti oleh sektor industri dan infrastruktur. Tren positif di pasar domestik ini sejalan dengan sentimen di bursa regional Asia, di mana indeks Nikkei 225 Jepang, Hang Seng di Hong Kong, dan Shanghai Composite di Tiongkok juga kompak berada di zona hijau.
Perlu dicatat bahwa artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Setiap keputusan dalam pasar modal sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.