Prancis kini tengah berada dalam situasi darurat kesehatan setelah gelombang panas ekstrem melanda berbagai wilayah di negara tersebut. Berdasarkan data terbaru yang dirilis otoritas kesehatan setempat, tercatat sebanyak 2.025 orang meninggal dunia dalam kurun waktu satu pekan, terhitung sejak 22 hingga 28 Juni.
Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, mengonfirmasi bahwa angka tersebut mencerminkan lonjakan kematian sebesar 29,1 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Pihak kementerian menegaskan bahwa jumlah ini masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus bertambah seiring berjalannya proses verifikasi data lebih mendalam.
Dampak terburuk dari fenomena suhu panas yang memecahkan rekor ini dirasakan di wilayah Paris dan Pays de la Loire. Secara spesifik, otoritas mencatat kenaikan jumlah kematian hingga 62 persen di ibu kota selama periode puncak suhu panas tersebut. Fenomena alam yang 'membara' ini memaksa sistem kesehatan di berbagai wilayah bekerja ekstra keras dalam menangani lonjakan pasien.
Situasi ini memicu gelombang kritik tajam terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu. Sejumlah elemen politik, termasuk Partai Hijau, melayangkan mosi tidak percaya dengan argumen bahwa langkah antisipasi dan proteksi yang dilakukan pemerintah terhadap warga dalam menghadapi kenaikan suhu ekstrem dianggap tidak memadai.