Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bersama jajaran Puskesmas setempat terus mengintensifkan upaya penanganan kesehatan bagi warga yang terdampak insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Hingga Jumat (3/7/2026), tim medis masih bersiaga penuh guna memitigasi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan dampak kesehatan lainnya akibat paparan kabut asap.

Untuk mendekatkan akses layanan kesehatan, otoritas terkait telah mendirikan sejumlah posko darurat di titik-titik strategis pemukiman. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan medis esensial, mulai dari pemberian oksigen konsentrat hingga pengobatan cuma-cuma bagi masyarakat yang mengeluhkan gangguan pernapasan maupun iritasi mata akibat polusi udara.

Selain layanan di posko, tim kesehatan juga menerapkan strategi jemput bola melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door). Fokus utama dari langkah ini adalah kelompok rentan, yang meliputi balita, ibu hamil, serta warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk menjangkau pusat layanan medis.

Di samping intervensi medis, Dinkes Kabupaten Tangerang turut menyalurkan ribuan masker serta paket vitamin bagi warga maupun petugas gabungan di lapangan. Upaya preventif ini juga dibarengi dengan sosialisasi masif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pemasangan spanduk edukatif di berbagai titik pemukiman.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi kesehatan masyarakat hingga kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin kembali normal. Warga diimbau untuk segera melapor ke posko kesehatan terdekat jika merasakan gejala pernapasan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.