Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam telah mengumumkan progres signifikan dalam pengembangan teknologi strategis nasional. Hingga awal Juli, pemerintah telah menerima 28 proposal lintas sektor yang kini tengah ditinjau untuk diprioritaskan. Fokus utama dari inisiatif ini adalah mempercepat hilirisasi riset menjadi produk yang siap pakai dan memiliki nilai komersial tinggi.
Wakil Menteri Sains dan Teknologi, Bui Hoang Phuong, menegaskan bahwa pengembangan teknologi seperti kamera AI, robot otonom, dan wahana udara nirawak (UAV) tidak hanya berhenti pada tahap laboratorium. Sesuai arahan Perdana Menteri, efektivitas komersial menjadi tolok ukur utama. Produk-produk ini diharapkan dapat menjawab tantangan di sektor krusial seperti manajemen perkotaan, logistik, kesehatan, hingga pertanian guna memperkuat daya saing ekonomi Vietnam.
Meskipun menargetkan peluncuran perdana pada tahun 2026, pemerintah menyadari kompleksitas yang menyertai setiap bidang teknologi. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan tidak akan seragam. Untuk teknologi yang lebih kompleks seperti satelit, kereta api berkecepatan tinggi, dan pemrosesan unsur tanah jarang, pemerintah telah menyiapkan peta jalan jangka panjang hingga tahun 2030.
Langkah ini mencerminkan ambisi Vietnam untuk membangun kemandirian teknologi yang didukung oleh kolaborasi antara lembaga penelitian dan perusahaan domestik. Dengan pasar aplikasi yang sudah terpetakan, pemerintah optimis bahwa pengembangan teknologi strategis ini akan menjadi pilar penting bagi kemajuan industri dan keamanan nasional di masa depan.