BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat melalui program "Khitan Ceria" yang menyasar 100 anak. Kegiatan yang dihelat di Klinik Khitan Dokter Seno, Kota Bandung, pada Selasa (30/6/2026) ini mengusung misi mulia untuk memberikan akses kesehatan yang layak sekaligus menumbuhkan kebahagiaan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BAZNAS Jawa Barat, Klinik Pratama Seno Medika, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, serta Bank BJB. Sinergi ini juga melibatkan berbagai mitra kemanusiaan dan pihak swasta yang berperan sebagai pendukung utama agar layanan khitan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum.
Selain mendapatkan tindakan medis yang dilakukan oleh tim profesional secara aman, setiap peserta khitan turut menerima santunan, perlengkapan sekolah, serta sarana ibadah. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah konkret dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif, guna meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, H. Andrie Kustria Wardana, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong yang terbangun. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan pihak swasta merupakan kunci penting dalam memperluas jangkauan layanan sosial yang berdampak langsung bagi peningkatan derajat kesehatan anak-anak di Jawa Barat.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa dana dari para muzaki telah dikelola dengan tepat sasaran. Ia berharap momentum khitan ini tidak hanya dipandang dari sisi medis, melainkan sebagai upaya kolektif dalam memperkuat budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pihak orang tua peserta, salah satunya Eti Nurhayati, menyambut program ini dengan rasa syukur yang mendalam. Ia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas kesehatan yang profesional dan ramah anak, yang memungkinkan proses khitan berlangsung tanpa kendala biaya. Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak mampu menciptakan dampak inklusif bagi kesejahteraan keluarga di Jawa Barat.