Menjaga kesehatan mulut tidak cukup hanya dengan menghindari permen. Dokter gigi Dr. Sandip Sachar memperingatkan bahwa beberapa jenis makanan yang kerap dianggap sehat justru memiliki potensi merusak enamel dan memicu bakteri penyebab gigi berlubang. Kandungan gula tersembunyi serta tekstur lengket menjadi faktor utama yang membuat sisa makanan bertahan lebih lama di permukaan gigi.

Buah kering seperti kurma dan kismis merupakan salah satu contohnya. Konsentrasi gula yang tinggi serta teksturnya yang melekat membuat sisa makanan mudah menempel di sela-sela gigi. Untuk meminimalisir dampaknya, disarankan mengonsumsi buah kering bersamaan dengan waktu makan utama, di mana produksi air liur sedang maksimal untuk membantu membersihkan rongga mulut.

Di sisi lain, camilan gurih seperti biskuit dan keripik sering kali luput dari perhatian. Saat dikunyah, kandungan pati di dalamnya akan terurai menjadi gula sederhana dan berubah menjadi massa lengket yang mudah terselip di gigi. Selain itu, buah sitrus yang tinggi asam juga perlu diwaspadai karena dapat mengikis lapisan pelindung enamel jika dibiarkan terlalu lama menempel di mulut.

Dr. Sachar menyarankan untuk membilas mulut dengan air putih setelah mengonsumsi makanan asam dan menunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi. Hal ini penting untuk memberikan waktu bagi enamel yang melunak agar kembali stabil, sehingga tidak ikut terkikis oleh bulu sikat gigi.

Terakhir, produk olahan seperti yogurt berperisa dan granola bar sering kali mengandung kadar gula tambahan yang cukup tinggi. Sebagai langkah preventif, konsumen diimbau untuk selalu memeriksa label nilai gizi sebelum membeli. Memilih varian rendah gula atau produk alami merupakan langkah cerdas untuk menjaga kesehatan gigi tanpa harus mengorbankan camilan favorit Anda.