Para peneliti dari Delft University of Technology dan Wageningen University berhasil menciptakan terobosan teknologi yang memungkinkan mesin memiliki kesadaran diri layaknya sistem saraf pada manusia. Inovasi ini dirancang agar drone maupun kendaraan otonom dapat mendeteksi kerusakan komponen secara mandiri, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum kegagalan fatal terjadi.

Peneliti utama, Jasper van Beers, mengibaratkan teknologi ini sebagai mekanisme rasa sakit pada manusia. Jika tubuh manusia memberikan sinyal rasa sakit agar seseorang membatasi aktivitas saat cedera, sistem digital ini akan memberikan peringatan dini kepada mesin saat mendeteksi adanya kejanggalan pada fungsi komponennya.

Sistem ini mengandalkan konsep ekologi yang disebut sebagai critical slowing down. Melalui pendekatan ini, perangkat lunak mampu mengidentifikasi perubahan halus pada data sensor secara real-time tanpa memerlukan model prediktif yang rumit atau data historis sebelumnya. Hal ini memungkinkan integrasi teknologi ke perangkat keras yang sudah ada tanpa perlu melakukan perubahan desain secara menyeluruh.

Dalam serangkaian uji coba di fasilitas CyberZoo, sistem tersebut terbukti mampu mendeteksi ketidakstabilan pada bilah rotor quadrotor bahkan sebelum kerusakan mencapai tahap kritis. Keberhasilan ini membuka peluang besar untuk penerapan pada kendaraan otonom, seperti robotaksi, yang memerlukan tingkat keamanan tinggi dalam menghadapi sensor yang menurun atau aktuator yang tidak berfungsi optimal.

Dengan mengadopsi teknologi ini, kendaraan di masa depan diharapkan tidak hanya mengandalkan sensor standar, tetapi juga memiliki kemampuan preventif untuk menjaga keselamatan. Inovasi ini menandai langkah signifikan dalam standar keamanan industri otomotif dan penerbangan tanpa awak, di mana pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menghindari insiden di lapangan.