Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi telah menetapkan peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Keputusan ini diambil menyusul hasil pemantauan intensif yang mendeteksi adanya suplai magma menuju permukaan secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengeluarkan imbauan keselamatan bagi seluruh pelaku industri pelayaran di Selat Sunda. Para nakhoda dan pemilik kapal diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, seperti lontaran material vulkanik maupun sebaran abu yang dapat mengganggu alur pelayaran.

Sesuai dengan rekomendasi teknis dari Badan Geologi, seluruh kapal dilarang keras melintas atau mendekati kawah aktif dalam radius lima kilometer. Selain pembatasan jarak, pihak otoritas mewajibkan nakhoda untuk selalu memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca dan arah sebaran abu vulkanik dari instansi terkait seperti PVMBG dan BMKG sebelum melakukan pelayaran.

Lebih lanjut, pihak otoritas menegaskan pentingnya tindakan preventif dalam navigasi. Jika ditemukan indikasi bahaya di lapangan, nakhoda diinstruksikan untuk segera melakukan langkah penghindaran yang aman serta melaporkan kondisi terkini kepada Vessel Traffic Service (VTS) atau syahbandar terdekat guna memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal.