Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selupu Rejang mengambil langkah strategis dengan menjalin koordinasi lintas sektoral bersama Penyuluh Kesehatan UPT BLUD Puskesmas Sambirejo pada Rabu (1/7). Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menyamakan persepsi guna meningkatkan kualitas Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin di wilayah tersebut.

Fokus utama dari sinergi ini adalah pembekalan komprehensif terkait kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi calon pengantin, hingga upaya sistematis dalam pencegahan stunting. Langkah ini diambil sebagai ikhtiar untuk membentuk fondasi keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan sejak awal membangun rumah tangga.

Selain membahas aspek kesehatan, kedua instansi juga menyoroti urgensi pendataan kasus pernikahan usia dini di Kecamatan Selupu Rejang. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi instrumen evaluasi kinerja KUA untuk tahun 2026, sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan preventif dalam menekan angka pernikahan di bawah umur melalui kolaborasi yang lebih terpadu.

Kepala KUA Kecamatan Selupu Rejang, Ibnu Hajar, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen lembaganya dalam memberikan layanan prima yang bersifat menyeluruh bagi masyarakat. Ia berharap, integrasi materi kesehatan ke dalam program Bimwin dapat memberikan manfaat nyata bagi calon pasangan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah dan sejahtera.

Pihak Puskesmas Sambirejo memberikan respons positif terhadap inisiatif ini dan menyatakan kesiapan penuh untuk terus berkontribusi. Dengan terjalinnya hubungan kerja sama yang semakin erat antara KUA dan sektor kesehatan, diharapkan kualitas ketahanan keluarga di Kecamatan Selupu Rejang dapat meningkat signifikan dan tantangan kesehatan masyarakat dapat teratasi dengan lebih efektif.