BPJS Kesehatan Cabang Singkawang menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas). Inisiatif ini dipandang sebagai pilar krusial untuk mencetak sumber daya manusia yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pembangunan daerah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singkawang, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, tingkat kepesertaan JKN di wilayah kerjanya telah menyentuh angka 1,021 juta jiwa. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 92 persen dari total populasi di kawasan tersebut, yang mencerminkan inklusivitas program kesehatan nasional di tingkat lokal.
Data operasional sepanjang tahun 2025 menunjukkan tingginya ketergantungan serta kepercayaan masyarakat terhadap akses kesehatan ini, dengan total pemanfaatan layanan mencapai lebih dari 2,67 juta kali. Angka tersebut setara dengan rata-rata 7.000 kunjungan layanan kesehatan per hari, yang mengindikasikan bahwa akses masyarakat terhadap fasilitas medis telah terfasilitasi dengan baik.
Demi meningkatkan kenyamanan peserta, pihak BPJS Kesehatan terus mengedepankan inovasi layanan digital, termasuk penggunaan Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi via WhatsApp PANDAWA, serta pusat bantuan Care Center 165. Transformasi digital ini diharapkan mampu memangkas hambatan administratif bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Wahyu menekankan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga fasilitas kesehatan dan dunia usaha. Sinergi yang solid diyakini menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh masyarakat di wilayah Singbebas mendapatkan perlindungan kesehatan yang merata guna mendukung visi SDM unggul untuk Indonesia yang lebih maju.