JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak usaha di sektor jasa penunjang energi, mencatatkan pencapaian gemilang melalui unit bisnis Transport & Logistics yang berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp431 miliar sepanjang tahun 2025. Angka tersebut melampaui target perusahaan yang dipatok di kisaran Rp361 miliar, menandakan pertumbuhan signifikan serta meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik yang ditawarkan.

Direktur Operasi dan Marketing PDC, Agam Munawar, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari strategi penguatan kapabilitas bisnis transportasi dan logistik yang dijalankan secara konsisten. Menurutnya, keandalan sistem transportasi dan logistik menjadi faktor krusial dalam menopang keberlangsungan operasional industri energi, tidak kalah penting dari aktivitas di lokasi proyek itu sendiri.

"Penguatan kapabilitas Transport & Logistics merupakan bagian dari strategi PDC untuk menghadirkan layanan yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra terpercaya di sektor jasa penunjang energi," terang Agam pada Minggu (28/6).

Manager Transport & Logistics PDC, Kurniawan Setyo Nugroho, merinci bahwa cakupan layanan unit bisnisnya meliputi tiga domain utama, yakni darat, perairan, dan udara. Portofolio layanan tersebut mencakup mobilisasi serta demobilisasi rig pengeboran, penyediaan alat transportasi berat (Heavy Transport Equipment), kendaraan operasional penumpang, layanan Marine Services termasuk penyediaan oil boom untuk penanganan tumpahan minyak, hingga Accommodation Work Barge (AWB) sebagai fasilitas hunian pekerja pada proyek pengeboran lepas pantai.

"Dalam industri energi, setiap proses mobilisasi memiliki peran penting terhadap kelancaran operasional. Fokus kami adalah memastikan seluruh armada, peralatan, dan personel dapat bergerak secara aman, tepat waktu, dan andal sehingga operasional pelanggan dapat berjalan tanpa hambatan," ungkap Kurniawan.

Selain mengelola armada dan layanan transportasi, unit bisnis ini juga menangani perencanaan distribusi, pengendalian biaya operasional, pemeliharaan peralatan, serta koordinasi dengan mitra kerja. Seluruh aktivitas dijalankan dengan mengacu pada standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) guna menjamin keselamatan pekerja dan perlindungan lingkungan.

Kurniawan menambahkan bahwa sejumlah faktor menjadi kunci di balik capaian pendapatan yang melampaui target tersebut. Penguatan kapabilitas operasional, peningkatan keandalan armada, serta kontribusi tenaga kerja yang didominasi generasi muda dengan semangat inovasi dan kolaborasi dinilai menjadi pendorong utama kinerja positif unit bisnis ini.

Ke depan, PDC berencana terus mengembangkan bisnis Transport & Logistics melalui ekspansi armada, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta inovasi layanan yang adaptif terhadap kebutuhan industri energi yang kian dinamis. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, perusahaan meyakini dapat mempertahankan posisinya sebagai mitra strategis bagi industri migas dan panas bumi di seluruh Indonesia.