Pemerintah Indonesia kembali mempertegas eksistensinya di kancah maritim internasional dengan terpilihnya kembali sebagai anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) Kategori C untuk masa jabatan 2026–2027. Kemenangan dalam pemilihan yang berlangsung di London ini dinilai bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan langkah strategis bagi kepentingan politik dan keamanan nasional.

Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam, Adi Winarso, menekankan bahwa posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar menuntut keterlibatan aktif dalam pengambilan kebijakan global. Menurutnya, Indonesia harus bertransformasi dari sekadar penerima aturan (rule-taker) menjadi penentu regulasi (rule-maker) dalam tata kelola laut dunia.

Keanggotaan dalam Dewan IMO Kategori C, yang diperuntukkan bagi negara dengan kepentingan khusus dalam angkutan laut atau navigasi, memberikan ruang bagi Indonesia untuk menjaga keseimbangan geografis. Kemenko Polkam menilai forum ini sebagai sarana vital untuk memperjuangkan isu-isu krusial, mulai dari perlindungan lingkungan laut hingga penegakan hukum di jalur-jalur strategis perairan Indonesia.

Lebih lanjut, Adi menyatakan bahwa peningkatan dukungan suara dalam pemilihan tahun ini menjadi modal diplomasi yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, di mana aspek keamanan navigasi dan stabilitas kawasan menjadi prioritas utama dalam memperkuat wibawa negara di mata internasional.