Menjelang laga krusial mempertahankan gelar kelas welter di ajang UFC 330, juara dua divisi UFC, Islam Makhachev, menerima pengakuan bergengsi dari pemerintah Rusia. Petarung asal Dagestan ini resmi menyandang gelar Master Olahraga Kehormatan sebagai apresiasi atas kontribusi besarnya dalam dunia bela diri internasional.

Penghargaan tersebut diberikan secara resmi oleh Presiden Federasi SAMBO Internasional (FIAS), Vasily Shestakov, dengan surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Menteri Olahraga Federasi Rusia, Mikhail Degtyarev. Gelar ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi Makhachev dalam mempromosikan Combat Sambo ke kancah global serta prestasinya yang konsisten berada di posisi puncak peringkat pound-for-pound UFC.

Saat ini, Makhachev tengah mematangkan persiapan untuk menghadapi Ian Machado Garry dalam pertarungan yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus mendatang. Sebelumnya, rencana pertarungan melawan Ilia Topuria di UFC Freedom 250 sempat mencuat, namun batal karena ketidaksepakatan terkait aspek finansial.

Dominasi Makhachev di panggung UFC semakin tak terbantahkan setelah ia mencatatkan diri sebagai petarung ke-11 yang berhasil meraih gelar di dua divisi berbeda. Pencapaian ini menempatkan namanya bersanding dengan legenda MMA seperti Conor McGregor, Georges St-Pierre, dan Daniel Cormier. Selain itu, ia juga berhasil menyamai rekor impresif Anderson Silva dengan mengantongi 16 kemenangan beruntun di oktagon.

Meskipun sering disandingkan dengan mentornya, Khabib Nurmagomedov, banyak analis menilai bahwa Makhachev kini telah sukses mengukir warisannya sendiri. Dengan rekor profesional yang mencatat 28 kemenangan dari 29 laga, pengakuan dari negara asalnya ini menjadi motivasi tambahan bagi Makhachev untuk mempertahankan supremasinya di kelas welter pada pertarungan mendatang.