Pemerintah Vietnam terus menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat penguasaan teknologi strategis sebagai pilar utama transformasi digital dan inovasi nasional. Hingga awal Juli ini, Kementerian Sains dan Teknologi (MOST) telah menerima 28 proposal komprehensif dari berbagai kementerian, lembaga pusat, dan organisasi terkait untuk ditinjau secara mendalam.

Wakil Menteri Sains dan Teknologi, Bui Hoang Phuong, menegaskan bahwa kementerian saat ini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan potensi komersialisasi dari setiap usulan yang masuk. Mengingat kompleksitas dan urgensi tugas ini, seluruh hasil evaluasi dijadwalkan rampung dan dilaporkan kepada Perdana Menteri sebelum tanggal 20 Juli mendatang.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan tertinggi negara terkait implementasi Resolusi Politbiro mengenai terobosan ilmu pengetahuan dan inovasi. Perdana Menteri secara konsisten menekankan bahwa setiap proyek teknologi harus memiliki orientasi pada efisiensi komersial dan pemanfaatan pasar yang nyata di masa depan.

Berdasarkan tinjauan awal, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah bidang dengan tingkat kesiapan teknologi tinggi, seperti kecerdasan buatan (AI), robotika otonom, sistem nirawak (UAV), hingga aplikasi bioteknologi di sektor pertanian. Produk-produk ini diharapkan dapat mulai menunjukkan hasil konkret dan memberikan dampak aplikatif bagi masyarakat serta industri domestik paling cepat pada tahun 2026.

Meski terdapat optimisme, pemerintah menyadari bahwa pengembangan teknologi strategis—seperti satelit dan teknologi kereta api cepat—merupakan upaya jangka panjang yang memerlukan peta jalan hingga tahun 2030. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari pimpinan kementerian dan lembaga di daerah menjadi syarat mutlak untuk memastikan keberlanjutan riset yang krusial bagi kemandirian nasional tersebut.