Pasar modal domestik diprediksi akan mengalami pergerakan konsolidasi pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Phintraco Sekuritas mengestimasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak dalam rentang level support 5.600, pivot 5.700, hingga resistance di angka 5.800.

Analisis teknikal menunjukkan sinyal yang cukup menantang, di mana indikator Stochastic RSI berada mendekati area oversold, sementara MACD berpotensi membentuk pola death cross. Kondisi ini memperkuat probabilitas IHSG untuk bergerak mendatar dalam jangka pendek.

Sentimen negatif turut membayangi pasar seiring rilis data Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia yang merosot ke level 46,9 pada Juni 2026. Angka ini menandai kontraksi sektor manufaktur yang dipicu oleh penurunan pesanan baru serta melemahnya kinerja ekspor. Selain itu, neraca perdagangan mencatat defisit mengejutkan sebesar US$ 1,61 miliar, dengan pertumbuhan impor migas yang melampaui ekspektasi.

Kendati dihadapkan pada sentimen makroekonomi yang kurang menggembirakan, Phintraco Sekuritas tetap memberikan rekomendasi positif terhadap lima saham tertentu bagi para investor. BRPT menjadi salah satu emiten yang masuk dalam radar pilihan karena dinilai masih memiliki potensi untuk mencatatkan keuntungan di tengah fluktuasi pasar saat ini.