Google kembali memperkuat portofolio kecerdasan buatannya dengan meluncurkan Nano Banana 2 Lite, sebuah model AI yang dirancang khusus untuk mempercepat proses pembuatan gambar berbasis teks (text-to-image). Inovasi ini hadir sebagai suksesor dari generasi sebelumnya dengan menawarkan keunggulan pada aspek kecepatan, efisiensi biaya, serta peningkatan kualitas visual.
Salah satu fitur unggulan yang ditonjolkan adalah kemampuan pemrosesan gambar yang sangat impresif, di mana model ini hanya membutuhkan waktu sekitar empat detik untuk merampungkan satu visual. Angka ini merupakan lompatan besar dibandingkan versi sebelumnya, Nano Banana 2, yang memerlukan waktu hingga 20 detik untuk proses yang serupa.
Dari sisi ekonomis, Nano Banana 2 Lite menawarkan tarif yang jauh lebih kompetitif, yakni sekitar 0,034 dolar AS atau setara Rp600 untuk setiap 1.000 gambar beresolusi 1K. Efisiensi ini menjadikan model AI tersebut solusi ideal bagi pengembang maupun pelaku industri yang membutuhkan produksi konten visual dalam skala masif tanpa mengorbankan kualitas interpretasi perintah.
Meskipun menonjolkan kecepatan, Google memastikan bahwa kemampuan pemahaman konteks, konsistensi karakter, serta ketajaman teks di dalam gambar tetap terjaga dengan baik. Dalam pengujian performa, model ini mencatatkan skor 'Elo' yang sangat kompetitif, yakni 1.251 poin untuk kategori pembuatan gambar dan 1.308 poin untuk penyuntingan gambar.
Selain model gambar, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini juga memperkenalkan Gemini Omni Flash, sebuah teknologi AI yang memungkinkan penyuntingan video berbasis instruksi bahasa alami. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengubah elemen video secara otomatis melalui percakapan, meskipun untuk saat ini durasi output video masih dibatasi maksimal 10 detik guna menjaga kualitas hasil penalaran AI.