BINUS University secara resmi memperkenalkan program Magister Hukum Bisnis atau Master of Business Law guna menjawab tantangan dinamika hukum di era digital dan globalisasi yang kian kompleks. Program pascasarjana ini dirancang khusus untuk membekali para pemimpin masa depan dengan pemahaman mendalam mengenai persinggungan antara hukum, teknologi, serta perdagangan internasional.
Peluncuran yang berlangsung di kampus BINUS @Kemanggisan, Jakarta Barat, ini menyoroti urgensi kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital yang dipicu oleh kecerdasan buatan dan perubahan pola ekonomi global. Dalam acara tersebut, hadir sejumlah tokoh penting termasuk Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, serta Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, yang menekankan pentingnya adaptasi regulasi di tengah pesatnya perkembangan dunia usaha.
Kurikulum program ini menitikberatkan pada spesialisasi hukum perdagangan internasional yang terintegrasi dengan disiplin ilmu modern seperti Cyber Law, ICT Law, serta forensik digital. Pendekatan multidisipliner ini memungkinkan mahasiswa, baik dari latar belakang hukum maupun non-hukum, untuk menguasai penyelesaian sengketa bisnis digital dan perlindungan data yang menjadi isu krusial di industri saat ini.
Guna mengakomodasi mobilitas profesional, BINUS University menerapkan metode hybrid learning dengan durasi masa studi yang efisien selama 18 bulan. Fleksibilitas ini memungkinkan para praktisi tetap dapat mengembangkan karier sambil menuntaskan studi akademik tanpa hambatan geografis maupun waktu.
Prof. Dr. Shidarta, Head of Program Master of Business Law BINUS University, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret institusi dalam mencetak tenaga ahli yang solutif. Melalui perspektif hukum yang adaptif dan visioner, lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi serta kemajuan industri di tengah tantangan geopolitik dan kemajuan teknologi yang dinamis.