Komedian senior Nunung mengungkapkan pergulatan batin yang ia rasakan selama bertahun-tahun pasca kepergian sang ibunda. Meski telah enam tahun berlalu, ia mengaku belum memiliki keberanian untuk berziarah ke makam orang tuanya di Solo. Rasa penyesalan yang mendalam menjadi penghalang utama bagi Nunung untuk mengunjungi tempat peristirahatan terakhir tersebut.
Dalam sebuah kesempatan di acara televisi, Nunung tidak kuasa menahan tangis saat menceritakan alasannya. Ia mengaku kerap membatalkan niatnya untuk berziarah karena merasa menjadi sosok yang telah mengecewakan ibunya. Bagi Nunung, sosok sang ibu adalah pendukung terbesarnya saat ia berada dalam kondisi terpuruk, sehingga kenyataan bahwa ia terlibat kasus narkoba menjadi beban mental yang sangat berat.
Nunung mengenang momen pertemuannya dengan sang ibu saat ia sedang menjalani masa rehabilitasi. Kala itu, sang ibu datang menjenguknya dalam kondisi kesehatan yang menurun. Nunung merasa sangat terpukul karena tidak sempat mendampingi, merawat, hingga berbincang lebih jauh dengan ibunya sebelum beliau tutup usia. Ketidakmampuan untuk memberikan bakti terakhir sebelum sang ibu berpulang menjadi penyesalan yang terus membayangi hidupnya hingga saat ini.
Hingga kini, keinginan untuk menziarahi makam ibunda masih sering muncul, terutama saat momen hari besar seperti Lebaran. Namun, rasa bersalah yang teramat besar membuat hatinya belum siap untuk menghadapi kenyataan di pusara ibunya. Ia meyakini bahwa meski sang ibu selalu menunjukkan dukungan, kekecewaan mendalam atas tindakannya di masa lalu akan selalu menetap dalam benaknya.