Sektor perbankan di Vietnam mencatatkan kemajuan pesat dalam transformasi digital sepanjang semester pertama tahun 2026. Bank Negara Vietnam (SBV) terus menggalakkan ekosistem pembayaran nontunai yang inklusif, sekaligus memperkuat infrastruktur keamanan untuk menunjang ekonomi dan pemerintahan digital yang lebih transparan dan efisien.

Data dari lima bulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren pergeseran perilaku konsumen yang signifikan. Volume transaksi nontunai melonjak sebesar 34,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, penggunaan ATM mengalami penurunan sebesar 9,17%, menandakan bahwa masyarakat kini semakin mengandalkan metode pembayaran digital melalui internet, telepon seluler, dan kode QR yang telah terintegrasi lintas batas dengan beberapa negara tetangga seperti Thailand, Laos, dan Singapura.

Selain efisiensi transaksi, pemerintah Vietnam kini memprioritaskan aspek keamanan nasabah di tengah ancaman siber yang kian kompleks. Melalui Proyek 06, SBV bekerja sama dengan Kementerian Keamanan Publik untuk melakukan verifikasi data biometrik nasabah. Hingga akhir Juni 2026, lebih dari 162 juta catatan nasabah individu telah berhasil diverifikasi, memberikan landasan kuat bagi sistem keamanan perbankan nasional.

Inovasi teknologi yang paling menonjol adalah penerapan "Sistem SIMO". Platform ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time. Tercatat, sistem ini berhasil mencegah potensi kerugian hingga 5,2 triliun VND dengan menangguhkan transaksi yang terindikasi penipuan, sekaligus melindungi jutaan nasabah dari ancaman penggelapan dana daring.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, SBV juga telah mengeluarkan regulasi ketat bagi lembaga kredit terkait standar keamanan aplikasi Mobile Banking. Mulai tahun 2026, setiap institusi wajib menggunakan teknologi deteksi serangan biometrik (PAD) dan fitur perlindungan perangkat otomatis. Langkah-langkah ini diambil untuk membentengi aplikasi dari serangan peretasan seperti jailbreak, penggunaan debugger, maupun ancaman Deepfake yang kerap disalahgunakan oleh pelaku kejahatan digital.