Menyusul catatan penampilan terburuk dalam sejarah partisipasi tim nasional sepak bola Korea Selatan di Piala Dunia, gelombang kritik tajam sempat menghujani skuad asuhan Hong Myung-bo. Situasi semakin memanas setelah pelatih kepala resmi mengundurkan diri pada 29 Juni, yang diikuti oleh kepulangan para pemain ke tanah air di tengah atmosfer penuh cemoohan di Bandara Internasional Incheon.
Di tengah spekulasi miring mengenai keretakan internal tim dan absennya kapten Son Heung-min dalam rombongan pertama, sang penyerang bintang akhirnya buka suara melalui sebuah pesan menyentuh di akun media sosial pribadinya pada 30 Juni. Dalam unggahan tersebut, Son dengan rendah hati mengakui beratnya tanggung jawab yang ia pikul dan menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh rakyat Korea Selatan.
"Saya tidak ingin menghindari atau lari dari kenyataan. Dengan menundukkan kepala, saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para penggemar," tulis Son. Ia juga menegaskan komitmennya untuk bangkit dan memohon dukungan hangat alih-alih kritik yang merusak bagi masa depan tim nasional.
Respons publik berubah drastis setelah pesan tersebut tersiar. Sederet bintang hiburan papan atas Korea Selatan, mulai dari Kim Hee-chul dari Super Junior, aktor Park Bo-gum, hingga musisi kenamaan Yoon Il-sang, secara terbuka menyatakan solidaritas mereka. Park Bo-gum bahkan secara khusus menyampaikan harapannya agar Son tetap menjadi bagian penting dari tim nasional untuk gelaran Piala Dunia 2030 mendatang.
Dukungan nyata juga terlihat saat kelompok pemain kedua, termasuk Son Heung-min, tiba di Bandara Incheon pada 1 Juli. Berbeda dengan suasana mencekam sebelumnya, ratusan penggemar yang menanti di lokasi justru memberikan sambutan hangat, meneriakkan kata-kata penyemangat serta apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan sang kapten di lapangan hijau. Meskipun hasil akhir turnamen belum memuaskan, dukungan masif ini menjadi penawar emosional bagi Son Heung-min di masa sulit kariernya.