Sekelompok mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Teuku Umar (UTU) sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk 'Saweu Gampong' di Desa Reudeup, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Selama lima hari, dari 26 hingga 30 Juni 2026, mereka menginisiasi berbagai kegiatan strategis guna meningkatkan kualitas hidup warga melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan potensi pangan lokal.
Aksi ini melibatkan kolaborasi lintas organisasi kemahasiswaan, mulai dari DPM, BEM, hingga himpunan mahasiswa dari program studi Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem desa yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di wilayah tersebut.
Mengingat lokasi Desa Reudeup yang berada di kawasan pertambangan, para mahasiswa memberikan edukasi khusus mengenai keselamatan kerja dan kewaspadaan terhadap risiko lalu lintas alat berat bagi warga. Selain aspek keselamatan, tim juga fokus pada pencegahan stunting dengan melatih warga mengolah bahan pangan lokal menjadi kudapan bernutrisi tinggi yang ekonomis, sebagai langkah preventif perbaikan gizi keluarga.
Tak hanya menyasar orang dewasa, program ini turut mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui metode belajar yang interaktif. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelayanan kesehatan gratis, di mana warga dan lansia mendapatkan akses pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol untuk deteksi dini penyakit tidak menular.
Ketua Panitia, Afrihal Dwi Andika, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori akademis secara langsung di lapangan. Pihak aparatur Desa Reudeup pun menyambut positif inisiatif ini, menilai pendampingan mahasiswa sebagai pemantik semangat warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.