Pemerintah Kabupaten Samosir tengah memacu langkah strategis guna menggenjot realisasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang ditargetkan mencapai 65 persen pada 2026. Melalui rapat evaluasi yang dipimpin Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, pemerintah daerah menegaskan bahwa layanan kesehatan ini merupakan prioritas utama yang harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat dusun.
Hingga pertengahan 2026, data menunjukkan capaian PKG baru menyentuh angka 28,42 persen atau sebanyak 36.162 warga dari total 142.062 sasaran. Menanggapi angka tersebut, Wakil Bupati menginstruksikan adanya sinkronisasi kerja antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa untuk memastikan tidak ada warga yang terlewatkan dari jangkauan layanan kesehatan preventif.
Sebagai upaya akselerasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir secara resmi memperkenalkan inovasi bertajuk 'JEMPOL PKG' atau Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Program ini dirancang untuk mendekatkan akses layanan kesehatan dengan mendatangi langsung pemukiman sulit dijangkau hingga membuka posko pemeriksaan di titik-titik keramaian, seperti lokasi pesta adat atau agenda kegiatan masyarakat di desa-desa.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Dina Hutapea, menekankan bahwa pemeriksaan dini sangat krusial untuk menekan prevalensi penyakit kronis seperti kanker dan gangguan ginjal. Dengan deteksi sejak dini, pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga mampu mengefisiensikan anggaran kesehatan yang selama ini banyak terserap untuk penanganan penyakit berat di fase lanjut.
Pihak Baperida Kabupaten Samosir turut menegaskan bahwa penguatan sistem kesehatan ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung visi Indonesia Emas. Dengan penganggaran yang tepat sasaran serta sinergi lintas sektoral, Pemkab Samosir optimistis target cakupan kesehatan ini dapat tercapai guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif di masa mendatang.