BPJS Kesehatan Cabang Ungaran terus mengintensifkan sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya memperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi mencapai target Universal Health Coverage (UHC). Fokus utama saat ini tertuju pada Kabupaten Kendal yang masih memiliki tantangan dalam menyetarakan capaian dengan wilayah lainnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Sri Mugirahayu, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per 1 Juni 2026, Kabupaten Kendal masih membutuhkan penambahan sekitar 116 ribu peserta guna mencapai target UHC. Meski cakupan kepesertaan sudah berada di angka 99,74 persen, tingkat keaktifan peserta baru mencapai 70,43 persen, angka yang masih perlu dioptimalkan dibandingkan dengan Kabupaten Semarang maupun Kota Salatiga.
Sebagai perbandingan, Kota Salatiga mencatatkan capaian paling impresif dengan cakupan kepesertaan 99,65 persen dan tingkat keaktifan mencapai 90,82 persen. Sementara itu, Kabupaten Semarang berada di posisi stabil dengan cakupan 98,61 persen dan tingkat keaktifan 80,39 persen. Kedua wilayah tersebut kini telah menerapkan skema UHC non cut-off, yang memungkinkan warga yang baru terdaftar untuk langsung menikmati layanan kesehatan tanpa harus menunggu masa aktivasi 14 hari.
Pemerintah Kabupaten Kendal disebut telah memberikan komitmen kuat untuk segera beralih ke skema UHC non cut-off tersebut. Sri Mugirahayu menargetkan transisi ini dapat terealisasi sepenuhnya pada 1 Oktober 2026. Langkah ini diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan secara lebih instan dan responsif.
Terkait tantangan lapangan, pihak BPJS Kesehatan mencatat bahwa mobilitas tenaga kerja, khususnya di sektor industri garmen, kerap menjadi faktor yang memengaruhi data kepesertaan. Namun, Sri Mugirahayu mengapresiasi tingkat kepatuhan perusahaan di wilayah kerjanya yang dinilai cukup disiplin dalam mendaftarkan pekerja baru ke dalam sistem JKN sejak dini.