PT Patra Drilling Contractor (PDC) mendapatkan mandat strategis dari para pemegang saham untuk mengakselerasi transformasi bisnis dan efisiensi operasional. Arahan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di PDC Tower, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026).

RUPS yang dipimpin Komisaris Utama PDC, Novy Hendri, dihadiri oleh perwakilan pemegang saham mayoritas PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Dalam pertemuan tersebut, seluruh pemegang saham memberikan persetujuan atas laporan tahunan dan keuangan perusahaan, sekaligus memberikan apresiasi terhadap kinerja manajemen sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, PDC mencatatkan performa keuangan yang impresif dengan realisasi Key Performance Indicator (KPI) mencapai 108,66 persen. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp143,07 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi operasional, perusahaan sukses mempertahankan standar keamanan tinggi dengan capaian nihil kecelakaan kerja (zero fatality) dan tumpahan minyak.

Direktur Utama PDC, Hery Lesmana, menegaskan bahwa capaian ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus bertumbuh. "Amanah dari pemegang saham akan kami wujudkan melalui penguatan fundamental operasional dan pengembangan lini usaha baru yang lebih kompetitif dan berkelanjutan," jelas Hery.

Merespons dinamika industri energi yang kian menantang, para pemegang saham meminta manajemen PDC untuk terus mengoptimalkan biaya, meningkatkan realisasi investasi, serta memperkuat budaya keselamatan (HSSE). Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga posisi PDC sebagai penyedia jasa penunjang energi yang adaptif dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan.