Dinamika ekonomi nasional sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan fenomena kontradiktif. Data dari Kantor Statistik Umum mencatat bahwa rata-rata sebanyak 25.200 unit usaha harus menutup operasional mereka setiap bulannya. Namun, di tengah gelombang keluar masuknya perusahaan dari pasar, kepercayaan para pelaku bisnis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi justru memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan.

Hingga Juni 2026, tercatat lebih dari 111.700 bisnis baru berdiri di seluruh negeri dengan total modal terdaftar mencapai 1.352,6 triliun VND. Jika dikalkulasi dengan entitas yang kembali beroperasi, total ada lebih dari 169.800 unit usaha yang aktif di pasar dalam enam bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan modal rata-rata per perusahaan yang meningkat sebesar 34,5% menjadi indikator bahwa pelaku usaha kini cenderung membangun fondasi modal yang lebih kuat.

Sektor jasa masih mendominasi pergerakan ekonomi dengan lebih dari 83.100 bisnis baru, diikuti oleh sektor industri dan konstruksi. Meskipun angka penutupan usaha melalui prosedur pembubaran mencapai hampir 24.000 entitas, antusiasme investor, terutama dari sektor perusahaan investasi asing langsung (FDI), tetap menjadi penyokong optimisme pasar yang cukup kokoh.

Survei tren bisnis kuartal kedua menunjukkan bahwa lebih dari 79% pelaku usaha merasa kondisi bisnis mereka stabil atau mengalami perbaikan. Pandangan ini kian menguat saat memasuki kuartal ketiga, di mana mayoritas pengusaha memproyeksikan peningkatan volume produksi dan masuknya pesanan baru. Optimisme ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong investasi pada sektor teknologi tinggi dan industri semikonduktor sebagai katalis pertumbuhan masa depan.