Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, menjadi saksi gelaran olahraga tahunan Bhinneka Run 2026 yang berlangsung meriah pada Sabtu (4/7/2026). Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, secara resmi melepas lebih dari 2.500 peserta yang antusias menyusuri lintasan dengan semangat persatuan bertajuk "Different Stories, One Finish Line".
Acara ini mempertandingkan kategori lari 10K, 5K, dan 3K Fun Run. Sepanjang rute, para peserta disuguhkan dengan atmosfer budaya yang kental, di mana iringan musik tradisional dan pendukung yang mengenakan busana adat Nusantara memberikan suntikan energi bagi para pelari. Selain persaingan ketat, penyelenggara turut menyiapkan berbagai hadiah menarik termasuk satu unit mobil listrik sebagai apresiasi bagi peserta.
Persaingan di podium utama diwarnai oleh dominasi atlet-atlet berbakat. Pada kategori 10K Open putra, Anggiat Sihombing berhasil mencatatkan waktu tercepat 00:31:57, mengungguli Immanuel Hutasoit dan Julkipri Hutapea. Sementara di sektor putri, Dwi Tiansi Anggraini sukses menjadi yang terdepan dalam kategori 10K Open dengan catatan waktu 00:37:57. Kategori master dan 5K juga melahirkan juara-juara baru yang menunjukkan performa impresif di lintasan.
Lebih dari sekadar ajang adu kecepatan, Bhinneka Run 2026 mengedepankan misi sosial. Inisiator acara, Rahayu Saraswati, mengungkapkan bahwa seluruh biaya pendaftaran peserta dikonversi menjadi bantuan berupa donasi buku bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, panitia turut menyalurkan bantuan pembinaan khusus bagi para atlet serta penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen inklusivitas.
M. Husein Fadlulloh selaku co-inisiator berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat. Senada dengan hal tersebut, Ketua Penyelenggara, M. Gilang Kartiko, menyampaikan kepuasannya atas kelancaran acara dan menegaskan komitmen pihaknya untuk menyuguhkan gelaran yang lebih besar dan inovatif pada penyelenggaraan di tahun mendatang.